Anak Muda

•Desember 8, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta oh Jakarta

Semakin hari Ibukota semakin rame saja.

Fenomena yang sekarang banyak terjadi adalah anak-anak smp dan sma yang pamer gadget.  Anak-anak muda sekarang lebih gaul dengan memiliki account jejaring sosial lebih dari satu. Salah satu contoh misalnya twitter dan facebook. Sebenarnya tidak menjadi masalah kalau mereka bisa menyikapi dan menggunakan twitter atau jejaring sosial itu sebagaimana mestinya #aku menulis apa sih ini.

Tetapi banyak jejaring sosial digunakan untuk memarkan kegiatan mereka sehari-hari, lagi jalan dimana dan sama siapa. Tetapi jarang sekali saya melihat anak-anak sekolahan itu meng-update status ” Perpusnya kok rame ya”, “ada yang tahu tidak cara mengerjakan soal mate-matika ini”, misalnya seperti itu. Kebanyakan anak-anak sekolah ini yang nanti bakal jadi generasi bangsa ini tetapi kok malah update status yang galau, misalnya “dia lagi apa ya” , dan masih banyak lagi status-status alay dari anak-anak yang akan menjadi generasi muda ini. Kepo banget ya gw mpe baca-baca status anak-anak abg. hehehhehe

Kalau para anak SMP dan SMA ini orientasi kedepan hanya untuk pacaran, hasilnya tidak lain dan tidak bukan adalah pertambahan jumlah penduduk. Jika tidak diarahkan kedepannya untuk prestasi maka penduduk Indonesia akan semakin bertambah saja. Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan mengurangi hutan-hutan yang ada di Indonesia, maka global warming akan semakin meningkat. Kasian juga para orang utan akan bersaing dengan manusia untuk  mendapatkan tempat tinggal.

Sudah dulu ya..mau lanjutin belajar #diklat

 

:)))))

 

Anak Jalanan

•September 20, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ayo sapa yang belum pernah ngelihat anak jalanan..

Salah satu cita-cita terbesarku adalah menjadi seorang Ibu. Ibu buat anak-anak itu. Aku selalu iba melihat anak-anak itu menjadi korban kekejaman dunia. Padahal mereka berhak mendapatkan hak-hak mereka sebagai anak.

Disetiap lampu merah terutama untuk daerah Jakarta banyak terdapat anak jalanan. Konon katanya mereka itu ada yang mengorganisir, terus kalau sudah tahu seperti itu kenapa tidak ada penyelidikan dari pihak yang berwajib. Berita itukan berawal dari isu.

Semakin hari jumlah anak jalanan di Jakarta semakin banyak. Ditambah lagi ada remaja yang dinamakan remaja Punk, yang menindik kuping, lidah mereka. Sebagian besar mereka suka memakai baju berwarna hitam dan celana ketat yang robek. Bingung kenapa mereka bisa seperti itu. Tidakkah pemerintah resah bagaimana kalau generasi mudanya semua seperti itu. Sampai saat ini belum dengar, nonton atau baca berita tentang penanggulangan anak-anak PUNK ini.

 

ngga jelas

•November 12, 2009 • 1 Komentar

Dah lama neh ngga nge-Blog lagi…mulai dengan coret-coret ngga jelas..

November telah datang,, hari pahlwan pun telah berlalu…kembali merenung sekitar 5 bulan yang lalu sewaktu naik kereta ekonomi Jakarta-Bogor. Transportasi masa paling keren di abad ini (orang ditumpuk kaya barang sajah..:D).  Seperti biasa kepadatan kereta ekonomi di sore hari pada saat pulang kerja. Bagi yang belum pernah ngerasain cobain deh,,,enak banget.. (*salah satu cita-cita terbersaku pengen naik kereta ekonomi di saat pagi hari dari Bogor-Jakarta atau pada saat Pulang kerja naiknya dari stasiun Cawang bareng  Mentri Perhubungan):D.

di salah satu gerbong itu aku melihat ada kakek tua yang sedang memakai seragam tentara jaman bahela (seragam veteran gitu) matanya sendu, garis-gasir keriput wajahnya sudah begitu jelas. Ternyata kakek itu habis menghadiri peringatan veteran di Kalibata *kalau ngga salah ingat*. Dia masih mengulang janji2 pemerintah yang akan memperhatikan para veteran. Mereka akan  mendapatkan kebahagiaan dihari tua mereka. Tetapi saya masih miris kalau memang mau memperhatikan mereka kenapa tiap veteran itu dibiarkan pulang sendri, kenapa tidak diantar pakai Bus. Hanya kasian melihat penderitaan kakek tua itu harus naik kereta ekonomi, ngga kebanyang jasa-jasanya kepada bangsa hingga kita saat ini bisa merasakan kebebasan yang sangat tidak bertanggung jawab..:P (*agak berat*)…

Melihat kakek itu, ingin rasanya kemasa bahela biar bisa melihat apa yang mereka telah lakukan. Saya sedang membayangkan bagaimana kalau kita bisa kembali ke masa lalu jadi kita bisa mempertimbangkan dengan matang keputusan apa yang akan kita ambil pada saat sekarang..:D

udah dulu deh…untuk permulaan nge-Blog lagi..

Anak Jalanan 1

•Mei 27, 2009 • 1 Komentar

Bagi yang hidup dikota besar pasti sudah sering melihat Anak Jalanan.. Mereka ada dimana-mana baik disudut jalanan, sudut kota, di lampu merah, ataupun dipinggir jalan.

Seperti halnya Gank anak sekolahan mereka juga sudah memiliki Gank tersendiri. Kalau kita lihat makin hari jumlah anak jalanan ini terus meningkat. Kira-kira kenapa yach?

Yang mau aku soroti disini untuk anak jalanan yang umurnya di bawah 13 tahun. Aku sangat kasian dengan mereka, seharusnya mereka menikmati masa-masa indah di sekolah,,,,eh ini malah menikmati masa-masa  indah di jalanan. Aku sering lihat anak dibawah 5 tahun berkeliaran dijalanan atau dibeberapa sudut lampu merah, mereka memasang tampang iba. Itu sudah jelas banget ada yang ngajarin,,,sapa lagi kalau bukan orang tuanya atau mungkin saudaranya yang menyuruh dia seperti itu.

Kalau menurutku orang yang menyuruh anak dibawah umur seperti itu sangat tidak berkeperimanusiaan. Seharusnya anak-anak itu disayangi, dicintai, diajak bermain, dididik. Karena umur seperti itu adalah masa tumbuh kembang atau pembentukan pola pikir anak tersebut dalam  memandang hidup itu seperti apa. Dengan mengajarkan anak untuk mengemis itu sangat kejam menurutku karena sama saja mengajarkan anak itu untuk tidak mandiri dan akan selalu bergantung kepada orang lain. Lagi-lagi ini salah siapa yach????

Tetapi disisi lain orang tua atau siapapun yang menyuruh anak-anak itu bekerja pasti punya alasan tersendiri. Bisa jadi ini salah satu bentuk keputusasaan mereka karena untuk menyambung hidup. Mungkin mereka sudah tidak tahu harus bekerja apa lagi, jadi terpaksa mereka menggunakan sumber daya apa yang ada yaitu anak kecil yang lucu..(pintar juga yach–kreatifitas yang salah). Jadi para orang tua atau siapapun itu mereka juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya untuk masalah ini, karena kalau mereka punya pendidikan pasti pola pikirnya mungkin akan berbeda.

Beberapa solusi yang ada dikepalaku…bagaimana kalau dibuat suatu pulau seperti nusakambangan gitu untuk menampung semua anak jalanan yang ada di Indonesia, terutama yang berkeliaran di jalan-jalan. Di pulau itu dirancang sedemikian rupa untuk mendidik anak jalanan tersebut. Misalnya dengan adanya sekolah-sekolah, berbagai pusat-pusat pelatihan untuk anak-anak tersebut. Disamping itu juga yang paling penting di Pulau itu ada Orang Tua pulau yaitu Bapak dan Ibu bagi anak-anak tersebut. Tidak bisa dipungkiri kelaurga berperan besar dalam perkembangan anak. Jika anak-anak tersebut sudah dianggap layak baru dikembalikan ke masyarakat. Aku kurang tahu kalau kaya gitu melanggar HAM atau tidak. Tapi kalau tujuannya baik mah ngga kaleee.

Solusi lain, bagaimana kalau setiap pasangan Pengantin Baru yang setelah 3 bulan menikah belum dikarunia anak mengangkat anak dari keluarga miskin. Atau keluarga kaya yang hanya mempunya satu atau dua orang anak mungkin bisa mengangkat anak dari keluarga miskin. Coba bayangkan kalau banyak pasangan atau keluarga yang seperti itu, paling tidak jumlah anak jalanan akan sedikit berkurang.

Masih banyak ne,,,tapi nanti disambung lagi..

Pengajar Yang Layak

•Mei 22, 2009 • 2 Komentar

Bangsa yang maju adalah bangsa yang punya masyarakat yang cerdas. Menurut Indeks Pembangunan Pendidikan atau EDI (Education Development Index) negara kita tercinta peringkatnya makin terpuruk dulunya peringkat 58 dan sekarang jadi peringkat 62, wew. Kendalanya dimana yach!!!

Untuk kali ini saya ingin memberi sumbangsih dalam bidang pengajarnya kalau dari sistem pengaturan pendidikan terlalu berat..

Kalau menurutku salah satu penentu keberhasilan pendidikan adalah tenaga pendidiknya.

Untuk saat ini di negara kita sepertinya tidak ada kriteria khusus untuk menjadi seorang tenaga pendidik misalnya menjadi guru atau seorang dosen. Semua tenaga pendidik hanya dilihat dari latar belakang pendidikannya saja misalnya kalau guru harus punya akta mengajar atau dari fakultas keguruan dan kalau dosen harus minimal sudah menempuh pendidikan S2.

Memang karakter tiap pengajar berbeda-beda. Tapi kayanya bisa dibuat standarisasi mengajar yang baik misalnya dari sikap, tutur kata, ahlak, materi kuliah yang diajarkan atau mungkin ada hal-hal yang lain yang bisa dibuat standar dan semua tenaga pengajar harus memiliki hal itu.

Saya kira semua setuju kalau saya mengatakan Masa Depan Anak Bangsa salah satunya ada di tangan pengajar.

Penagajar bisa jadi contoh buat anak didiknya. Apa yang dilakukan, apa yang diucapkan, bisa jadi panutan bagi anak didiknya. Jadi kebayang ngga kalau tenaga pendidik ternyata tidak layak… Mau jadi apa Bangsa ini. Kalau tenaga pengajar berahlak insaALLAH anak didiknya juga berahlak.

Gimana kalau tenaga pendidik harus mengikuti FIT and PROPER TEST. Jangan hanya pejabat negara aja yg harus melewati fit n Proper test.  Tenaga pengajar yang berkualitas akan menghasilkan anak bangsa yang berkualitas.

Bangsa yang maju adalah bangsa mengutamakan pendidikan.

MOTOKu : Educate Your Citizen To be Good Nation

KK (Kuliah Kerja)

•Mei 20, 2009 • 2 Komentar

Adat kebanyakan orang adalah setelah lulus SMA/SMK kulia baru cari kerja. Wahai anak muda pernah tidak kepikiran untuk kulia sambil bekrja. Aku yakin pasti banyak yang punya keinginan seperti itu.

Kulia sambil kerja bisa dilakukan secara bersamaan. Itu semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara membagi waktu dan meyakinkan tempat kita bekerja bahwa kita mampu melakukan itu.

Kulia malam adalah salah satu pilihan buat yang ingin kulia sambil bekerja.

Aku ingin berbagi buat teman-teman yang ingin mencoba. Memang untuk hari-hari dan bulan-bulan pertama terasa sangat berat. Terutama rasa ngantuk yang berlebihan. Tetapi setelah melewati bulan pertama semua akan terasa biasa saja. Semua kebiasaan itu akan berbentuk pola hidup selama kita menjalani kulia malam.  Kalau untuk masalah belajar dan ngerjain itu bisa dilakukan pada hari minggu atau tanggal merah. Tapi kalau tugasnya mepet bisa kok dikerjain disela-sela jam kerja. Jika ada ujian mendadak sekali-kali absen kerja juga bisa kok.

Prinsip kita adalah kulia untuk kecerdasan bangsa. Dengan kulia kita bisa punya banyak wawasan dan menambah pengetahuan dan kulia itu sangat mempengaruhi pola pikir kita. Jadi kalau bolos kerja baut kulia no problemo, asal jangan keseringan.

Aku yakin kalau kita punya keinginan yang kuat disertai dengan usaha dan diiringi doa pasti kita bisa melakukan itu.

Selamat Mencoba..

Boediono dan Wakil Presiden

•Mei 14, 2009 • 2 Komentar

Ne adalah artikel pertamaku yang berani aku posting…

Pilihan SBY untuk berdampingan dengan Boediono sangat mengagetkan, terutama partai yang mau berkoalisi dengan Demokrat…(geleng2)

Ada apa dengan Boediono??

Boediono Lahir di Blitar, Jawa Tengah pada tanggal 25 Februari, 1943. Bapak yang satu ini pernah mengecap pendidikan di Bachelor of Economics, University of Western Australia (1967) Master of Economics, Monash University, Australia (1972).

Kalau untuk karir Bapak Boediono:  sebagai Guru Besar di Universitas Gajah Mada, Pernah menjabat sebagai deputi Bank Indonesia pada tahun 1997- 1998; sebagai Mentri Perencanaan dan Pembangunan pada oktober 1998-1999; Sebagai Mentri Keuangan pada tahun 2001-2004;  sebagai Mentri Koordinator bidang Perekonomian pd tahun 2005-2008, dan sekarang sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Sejak tercium oleh media bahwa SBY akan memilih Boediono sebagai Pasangannya banyak pemberitaan mengenai Bapak Gubernur BI.  Sebaiknya media memberitakan secara seimbang jangan hanya mencari kejelekan dari Pak Boediono. Ini sebagai bahan perimbangan untuk masyarakat. Pemberitaan media sangat mempengaruhi pola pikir masyrakat apalagi Boediono hanya terkenal di dunia ekonom saja gimana dengan masyrakat yang bukan ekonom pasti akan mengandalkan pemberitaan media untuk menilai Bapak Boediono. Mungkin Media bisa memulai dengan menulis asal muasal dari Bapak Boediono. Sapa yang tahu kali aja Bapak Boediono adalah sosok WaPres yg Bisa membawa Perubahan bagi Indonesia yang lebih Baik.

Ada yang bilang SBY memilih Boediono karena tidak gila kekuasaan…(hati orang siapa yang tahu pak..)..memang ciri-ciri orang yang gila kekuasaan gimana…?..

Ada juga yang bilang kalo Boediono anggota WS (Washington Consensus) atau lebih dikenal dengan  sosok yang neoliberalisme yang mempermudah segala bentuk intervensi asing masuk ke Indonesia. Boediono seperti itu bisa jadi karena dulu pernah mengambil Ph.D. di business economics, Wharton School, University of Pennsylvania, the United States of America (1979). ==> Tempat kita besar, menuntut ilmu dan tinggal bisa mempengaruhi pola pikir..

Kaum neoliberalis dinilai juga tidak sesuai dengan kultur ekonomi jawa…gimana dengan kalimantan, sulawesi, sumatra, papua…

Siapa Pun Wakilnya, Presidennya tetap……(pilihan ada ditangan ANDA)

Pilihlah Presiden dan wakil Presiden yang menurut anda Mampu Membawa Indonesia Kearah yang lebih baik…

MANG KALO BOEDIONO, KENAPA?…

http://politikana.com/baca/2009/05/13/mang-kalau-boediono-kenapa.html

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.